Sejarah dan Legenda Desa

Yudha Pratama 21 Maret 2026 23:01:26 WITA

Legenda Dan Sejarah Desa

 

Desa Baktiseraga merupakan Desa yang terletak di pinggiran Kota Singaraja yang lokasinya dapat dikatatakan sebagai Desa Urban. Menurut cerita tokoh masyarakat Desa Baktiseraga bahwa pada pemerintahan penjajah Hindia Belanda, dimana daerah buleleng masih diperintah oleh seorang raja atau disebut ragent, masyarakat yang tinggal di banjar Bangkang, Tista, Seraya, dan Galiran pernah berstatus didalam satu perbekelan, dipimpin oleh seorang kepala desa yang lumrah disebut keperbekelan.

Pernah disebut keperbekelan Bangkang, karena perbeklan di bangkang, pernah juga disebut keperbekelan Galiran karena perbekelan di Galiran. Adapun nama-nama kepala desa/perbekelnya yang dapat diingat dan diceritakan pernah memimpin dari zaman lampau itu adalah sbb:

  1. Gusti Putu Panji, asal dari banjar Seraya.
  2. Bagus Made Oka, asal dari banjar Bangkang.
  3. Nyoman Pasek, asal dari banjar Bangkang.
  4. Ketut Wenten, asal dari banjar Bangkang.
  5. Pan Resi/ Kt. Katon, asal dari banjar Galiran.
  6. Gusti Ketut Pacung, asal dari banjar Seraya.

Pada revolusi tahun 1945, keperbekelan tersebut menjadi tiga kelompok yang masing-masing berstatus keperbekelan dipimpin oleh 3 orang perbekel. Ketga nama perbekel dizaman itu ialah :

  1. I Gusti Bagus Made Oka adalah perbekel banjar Bangkang, yang seusai masa jabatannya di ganti oleh I Gusti Bagus Jelantik.
  2. Mas Niti selaku perbekel banjar Tista yang kemudian diganti oleh Nyoman Gita, keduanya berasal dari banjar Tista.
  3. Made Raken selaku perbekel banjar Galiran yang kemudian di ganti oleh Putu Wirya. Selanjutnya Putu Wirya kemudian di ganti oleh Nyoman Gede Sayang, ketiganya berasal dari Galiran.

Dengan adanya peraturan Pemerintah tentang ketentuan sistem pemerintahan pedesaan yang baru maka sekitar awal tahun 1963, ketiga status perbekelan di atas disatukan kembali menjadi satu Desa Baktiseraga yang ditetapkan dengan SK Bupati pada tanggal 3 Mei 1968 Nomor 75/Pemd.1/81/68 yang menetapkan untuk nama Desa Perbekelan yang baru itu bernama “DESA BAKTISERAGA” di bawah pimpinan seorang kepala desa atau perbekel.  Secara etimologi atau suku kata perkataan BAKTISERAGA disusun dengan menggabungkan empat suku kata yang diambil dari suku kata awal nama keempat banjar yang ada di keperbekelan desa BAKTISERAGA yaitu suku kata BAK diambil dari huruf awal banjar BANGKANG, suku kata TI diambil dari suku awal banjar TISTA, SERA diambilkan dari suku awal banjar SERAYA, dan suku kata GA diambil dari suku awal banjar GALIRAN yang setelah semuanya dirangkaikan menjadilah “BAKTISERAGA” mengandung filsafat menggalang persatuan serta berbakti selalu dengan semangat pengabdian yang tinggi mensukseskan semua program pemerintahan didalam mewujudkan cita-cita perjuangan masyarakat adil dan makmur tanpa pamrih sesuai dengan semangat jiwa perjuangan revolusi merebut kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945.

Selanjutnya pejabat perbekel desa BAKTISERAGA pertama ialah : I Gusti Bagus Ngurah swela berasal dari banjar Bangkang, dan kemudian diganti oleh I Ketut Kajar, berasal dari banjar Galiran, serta yang keempat Drs. I Ketut Ngurah, berasal dari banjar Tista. Kemudian digantikan oleh I Gusti Made Artana, berasal dari banjar Seraya, dilanjukan kembali oleh Drs. I Ketut Ngurah yang berasal dari banjar Tista. Dan sampai saat ini sudah begitu banyak tokoh masyarakat yang sudah mengabdikan dirinya untuk Desa Baktiseraga sehingga kedepan Desa Baktiseraga bisa menjadi Desa yang lebih baik.

 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Baktiseraga

tampilkan dalam peta lebih besar